Minggu, 06 November 2011

Amunisi-amunisi Yang Mempunyai Desain Khusus



Amunisi-amunisi yang mempunyai desain khusus, mungkin sekilas terdengar aneh ditelinga kita, tapi amunisi-amunisi seperti itu memang sudah ada. Saya juga sudah pernah memposting tentang salah satu jenis amunisi ini di sini. Keuntungan menggunakan amunisi seperti ini ialah sulitnya para penyidik (balistik) untuk mengetahui siapa pengguna amunisi ini dan terlebih untuk tim forensik yg pastinya akan kesulitan untuk mengidentifikasi korban yg terkena amunisi-amunisi seperti ini.

Kita pasti ingat pada saat pecahnya reformasi ditahun 1998...??? Menurut berita yang beredar, amunisi tidak bisa di identifikasi karena amunisi yg mengenai para pengunjuk rasa pecah menjadi 3 dan itu bukan amunisi standar Militer Indonesia. Maka itulah muncul pertanyaan, jenis amunisi apakah itu..??? 

Sekedar gambaran berikut ini adalah sebagian dari amunisi yang didesain khusus, dan hanya diketahui oleh kalangan terbatas saja.


Super Vel Ammunition, variasi dari amunisi untuk senjata api caliber 0,38”; dimana pelurunya lebih ringan, sebagian dibungkus jaket, kecepatannya tinggi (high velocity). Desain peluru ini dua macam, yaitu : a flat nose soft point dan a hollow point. Apabila pada umumnya caliber 0,38” (special standard), velositasnya hanya 855 kaki/menit; maka apabila peluru yang dipakai adalah “Super vel ammunition”, yang kecepatannya 1370 kaki/menit, maka dapat dibayangkan bahwa dari senjata api yang sama tetapi amunisinya beda, walaupun lubang masuknya sama besarnya, kerusakan organ dalam akan lebih dasyat pada yang mempergunakan “Super vel ammunition”.

KTW Ammunition, peluru untuk senjata api laras panjang yang terdiri dari logam campuran yang dibalut Teflon, dengan jaket logam yang menutupi separuh dari anak peluru, dapat menutupi laras serta alurnya. Desain seperti ini memungkinkan terpisahnya jaket, sehingga berdampak pada upaya penyidik dalam menelusuri senjata yang akan dijadikan benda bukti, oleh karena jaket yang beralur dan terpisah itu tidak dapat ditemukan.

Frangible bullets, peluru untuk senjata kaliber 0,22” ini dibuat dari serbuk timah atau besi, sehingga ketika mengenai tubuh korban, peluru tersebut akan buyar. Dalam kasus ini pemeriksaan dengan sinar-X dapat membantu untuk mengetahui adanya penyebaran dalam tubuh korban. Keadaan tersebut tentunya menyulitkan penyidik dalam mengidentifikasi senjata yang menewaskan korban.

Quick Shock Ammunition, desainnya sedemikian rupa, dimana bagian depan projektilnya berlubang (seperti jenis “hollow point”), sedangkan bagian basisnya terbagi tiga. Desain seperti ini dapat menjelaskan mengapa dalam tubuh korban peluru pecah menjadi tiga bagian, dan biasanya tidak memantul kemana-mana, tidak tembus, sehingga si penembak tidak perlu kuatir tembakannya akan mengenai orang yang berada di belakang korban, yang bukan target sasarannya.


Untuk saat ini, hanya itu yg saia tau. Mungkin ada tambahan dari para pembaca sekalian tentang amunisi-amunisi  yg didesain khusus...??? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar